infaq wakaf asuransi syariah

Berwakaf adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT dalam ajaran agama Islam dengan melepaskan harta miliknya untuk kepentingan dan kesejahteraan umum. Dalam jenis filantropi Islam yang lain, wakaf dibedakan seperti infak, zakat, dan shadaqah. Biasanya harta yang diwakafkan terdiri dari dua macam, yaitu bendak tidak bergerak dan benda bergerak.

Ada satu elemen penting yang harus ada dalam wakaf yaitu Nazhir yang bertugas sebagai pengelola harta yang diwakafkan agar berkembang dan produktif sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak.

nazhir wakaf asuransi syariah

Peran dan tugas wakaf sudah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Meskipun bertugas sebagai pengelola mauquf, tetapi Nazhir tidak boleh semena-mena menggunakan harta yang dititipkan padanya. Dalam pasal 11 UU Nomor 41 tahun 2004 dijelaskan bahwa Nazhir maksimal hanya boleh menerima imbalan atau hasil bersih dari hasil pengembangan harta wakaf 10 persen saja, sisanya untuk kepentingan bersama dan kemaslahatan umat.

Ditinjau dari segi peruntukannya, wakaf terbagi dua, yaitu wakaf keluarga (ahli) dan wakaf kebajikan (umum). Maksud dari wakaf keluarga adalah harta yang sengaja diperuntukkan bagi anak cucu dan juga kerabat. Sedangkan wakaf kebajikan adalah yang ditujukan untuk kepentingan umum dan kesejahteraan kehidupan masyarakat. Ini sesuai dengan perintah Allh SWT dalam surat Ali Imran ayat 92 yang berbunyi, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Perbedaan keduanya terletak pada pemanfaatannya. Pada wakaf ahli manfaatnya hanya sebatas pada keluarga wakif saja. Mulai dari anak-anaknya hingga seluruh keturunannya dari generasi ke generasi hingga keluarga tersebut meninggal dunia. Setelah itu, baru hasil wakaf itu boleh digunakan oleh orang lain, misalnya fakir-miskin, yatim piatu, dan pihak lain yang membutuhkan.

Sedangkan wakaf kebajikan memang dari awal sudah diniatkan untuk kepentingan umum. Tentu saja ini bisa dijadikan sebagai salah satu sumber investasi dalam pembangunan ekonomi, baik itu di bidang sosial, pendidikan, dan sebagainya.

Sehingga wakaf disebut ibadah dengan dimensi ganda. Sebab tidak hanya untuk menggapai keridhaan dan juga pahala dari Allah SWT, wakaf juga berorientasi pada hubungan sesama manusia untuk kesejahteraan hidup masyarakat.

Dalam manajemen keuangan modern, program wakaf digabungkan dengan asuransi syariah karena keduanya memiliki kemiripan, yaitu dari segi jenis dan tujuannya untuk membantu meringankan beban banyak orang dan kesejahteraan bersama.

Pada Asuransi syariah berbasis wakaf ini, perusahaan asuransi bertugas sebagai nazhir yang mengelola dana wakaf yang dikumpulkan oleh peserta. Nazhir juga menyalurkan hasil investasi yang didapat.

Dana wakaf ini haruslah utuh dan tidak boleh berkurang nilainya sama sekali. Harta wakaf asuransi syariah ini bagai bola salju yang semakin membesar seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah peserta.

Wakaf manfaat asuransi syariah ini menurut Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) punya pootensi yang besar untuk berkembang di Indonesia, terlebih melihat jumlah populasi masyarakat muslim yang besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here